Balon Udara Sampah Diterbangkan Korut ke Wilayah Korsel

Balon Udara Sampah Diterbangkan Korut ke Wilayah Korsel

Smallest Font
Largest Font

Baru-baru ini, Korea Utara (Korut) kembali membuat dunia belakangan ini menyoroti negara tersebut. Pyongyang menerbangkan 3500 balon udara berisikan 15 ton sampah beserta kotoran menuju negara tetangganya, Korea Selatan (Korsel). Aksi penerbangan balon udara sampah Korut membuat Korsel murka.

Penerbangan balon udara berisikan sampah dan tinja itu dilakukan Korut sebagai bentuk strategi barunya dalam menghadapi negara tetangganya di selatan. Ada berbagai alasan yang menjadi motif serta tujuan Korut mengirimkannya.

Dikutip dari Sindo, alasan utama Korut menyerbu Korsel dengan balon sampah karena menjadi bentuk aksi pembalasan guna membalas kampanye propaganda aktivis Korsel. Reuters melaporkan bahwa sebelumnya para aktivis dari Korsel sering mengirim balon berisi selebaran anti-Pyongyang ke wilayah Korut. Bahkan, mereka juga menyelipkan makanan, obat-obatan, uang sampai flashdisk berisikan video musik serta drama Korea.

Aksi pengiriman balon udara berisikan sampah tersebut juga dilakukan pihak Korut sebagai aksi kebebasan berekspresi. Hal tersebut disampaikan adik Perempuan Kim Jong Un, yaitu Kim Yo Jong yang merupakan seorang pejabat senior di pemerintahan itu kepada Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Kim mengecam Seoul sebagai kota yang ‘memalukan’ karena mengeritik balon-balon itu sambil membela kebebasan berekspresi warganya sendiri. Melanjutkan perkataannya, Kim juga menyebut bahwa balon-balon tersebut menjadi “hadiah ketulusan” bagi warga Korsel yang umumnya selalu menyerukan kebebasan berekspresi. Bahkan, Kim juga menjanjikan akan mengirim lebih banyak balon lagi ke depannya.

Beberapa pengamat menilai aksi pengiriman balon sampah ke Korsel itu menjadi kemungkinan pihak Korut yang ingin “menguji” reaksi Seoul. Terlebih, balon yang diterbangkan berisi sampah serta kotoran-kotoran lain. Benda-benda tersebut seakan sebagai bentuk provokasi tidak langsung dari Korut. Pyongyang penasa